TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA
TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA TULISAN KAWAN KITA
Beranda / Blog / Biru dan Warna Lain dari Eksperimen

Cyanotype merupakan eksperimen itu sendiri. Ada cara-cara untuk mengubah warna biru. Kepekaan cahaya berpengaruh terhadap setiap elemen percobaan yang mesti diperhitungkan. Toning, biasanya cara untuk menyebut percobaan warna Cyanotype.

Lokakarya ini diampu oleh para ahli yang telah banyak bereksperimen dengan cyanotype. Ada Anjania Phitaloka, Michael Steve, Yohanes Widoyoko, dan Muhammad Alfariz. Pertemuan diadakan melalui daring bersama pemateri dan luring bersama peserta. Interaksi terbangun dengan paparan hasil percobaan para pemateri. Melalui pertemuan daring tersebut, para peserta menjadi kaya akan referensi eksperimen.

Mas Steve bertungkus lumus dengan toning cyanotype. Permainan warna bukanlah hal yang bisa disepelekan dalam karya seni. Apalagi cyanotype yang populer disebut media cetak biru, pastilah seniman tertantang untuk menjadi beda sekaligus unik. Berdasarkan pengalaman Mas Steve, pewarnaan cyanotype dapat membentuk kesinambungan historis dan konseptual. Dengan pewarnaan, variasi cyanotype mengubah rona dan nada pada warna cetakan. Beliau telah menguji coba hasil cyanotype dengan kunyit, akar pohon madder, bubuk rumput gandum, dan lainnya. Intinya, Mas Steve mengajak peserta untuk bebas bereksperimen buat menghasilkan karya.

Selama dua hari pelatihan, sinar matahari tidak juga tampak keberadaannya. Di samping dampak karhutla dari provinsi tetangga, rinai juga perlahan mulai mengobati tanah-tanah debu. Namun antusias peserta tidak kalah pada cuaca. Penyelenggara sudah menyediakan alternatif sinar melalui cahaya lampu UV 50 hingga 100 watt, sehingga praktik cyanotype tetap dapat dilakukan

Meski cahaya lampu tidak mampu menandingi sinar matahari, hasil cyanotype jadi dengan warna biru pudar. Ini adalah eksperimen awal peserta. Oleh karena itu, penyesuaian terhadap alat dan bahan menjadi agenda utama. Bahkan pengalaman setiap peserta juga memiliki keunikan masing-masing terhadap cara kerja cyanotype.

Mbak Aisa salah satunya. Sebagai penjual produk UMKM “Sejati Ecoprint” dan “Badorai” (Boneka Anak Daro Marapulai), beliau bersemangat ingin melihat perpaduan antara ecoprint dengan cyanotype terkait hasilnya di kanvas, katun, dan kain lainnya. Menurutnya, yang menarik dalam mengikuti pelatihan ini adalah bisa bereksperimen lagi dan lagi.

Mbak Aisa memandang keunikan cyanotype perihal kreasi tentang ide-ide dan tema. Sama dengan ecoprint, karya cyanotype tidak ada yang gagal. Semakin gagal jadi semakin unik maka semakin dibeli orang, serius! Kalau datar-datar saja, tidak ada keunggulannya.

Jikalau Mbak Aisa uji coba dengan media tempel cyanotype, lain lagi dengan Kak Laras yang bereksperimen dengan pengaruh teh dan kopi terhadap perendaman karya cyanotype. Setelah pencucian hasil penyinaran cyanotype, dilakukan perendaman terhadap air teh dan kopi yang masih panas. Sebab objek yang diinginkan menanggapi peristiwa karhutla, warna dapat mendukung kekuatan visi pengkarya.

Mbak Aisa memandang keunikan cyanotype perihal kreasi tentang ide-ide dan tema. Sama dengan ecoprint, karya cyanotype tidak ada yang gagal. Semakin gagal jadi semakin unik maka semakin dibeli orang, serius! Kalau datar-datar saja, tidak ada keunggulannya.

Jikalau Mbak Aisa uji coba dengan media tempel cyanotype, lain lagi dengan Kak Laras yang bereksperimen dengan pengaruh teh dan kopi terhadap perendaman karya cyanotype. Setelah pencucian hasil penyinaran cyanotype, dilakukan perendaman terhadap air teh dan kopi yang masih panas. Sebab objek yang diinginkan menanggapi peristiwa karhutla, warna dapat mendukung kekuatan visi pengkarya.

Sebagaimana yang sudah dituliskan pada pembuka tulisan ini, Cyanotype merupakan eksperimen itu sendiri. Sebagai penulis, aku tidak puas hanya memandangi orang-orang bereksperimen. Tangan-tangan usil ini ikut pula menggores kuas di atas kertas anti air itu. Semula karyaku hampir gagal sebab tidak memperhatikan kelembapan pada kertas. Hasilnya menjadi begitu pudar. Namun karena kekeliruan yang terjadi, aku justru belajar untuk menghargai setiap proses cyanotype. Hasil itu adalah bonus, tetapi pengalaman dengan handmade photography menciptakan warna baru dalam duniaku.

Bagaimana denganmu?

Penulis

Fadhillah Hayati. Menamatkan sarjana di Sastra Indonesia, Universitas Andalas. Berdomisili di Bukittinggi, Sumatra Barat. 

kunjungan